top of page
Search

Elite Circle, My Fund Action dan Pojok Peradaban; Kolaborasi solid memprakarsai Dialog peradaban yang ciamik

  • Writer: Warta Muda
    Warta Muda
  • Jul 12, 2024
  • 3 min read


Penulis: Maula Azharil Adzkia


Pada Hari Sabtu, 2 Juli 2024, Komunitas Elite Circle besutan Muhammad Elvandi LC. MA berkolaborasi dengan My Fund Action, Organisasi nirbala yang dijalankan pemuda yang merangkul cinta dan semangat melalui kesukarelaan dan kewirauhsaaan domain khusus timur tengah serta Pojok Peradaban, komunitas mahasiswa Sejarah dan peradaban Universitas Al-Azhar Al-Syarif suskes menyelenggarakan seminar umum berjudul “Muslim & Membangun Peradaban: Korelasi Makna Seseorang Muslim Sesungguhnya dengan Membangun Peradaban dalam Tinjauan Sejarah”. Acara tersebut berlokasi di Markas My Fund Action cabang Mesir, tepatnya di daerah Hay Sabi’. Nasr City.


Acara dimulai pada pukul 13. 15 CLT yang diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan penyampaian oleh M. Rifky Panjaitan, selaku ketua panitia tentang apa itu Komunitas Elite Circle, wa bil khusus EMIRS (Elite Cirle Middle East Leadership Club) yang berorientasi ke para diaspora Indonesia di Timur Tengah yang menitik fokuskan pada pembahasan leadership, membangun mindset global serta sebuah atensi akan kembalinya


Acara dilanjut dengan sesi inti, adalah sesi muhadhoroh umum dari narasumber asli bernative  Arab, adalah Prof. Dr. Saad Awad Isa, Dosen Fakultas Bahasa Arab jurusan Sejarah dan Peradaban. Beliau menjelaskan, bahwa Peradaban Islam terus eksis hingga lebih dari 1000 tahun, adalah sebuah kekeliruan Ketika ada yang mengatakan bahwa peradaban Islam telah berhenti di abad silam. Siapa yang tidak tahu tentang keilmuan Peradaban Eropa yang maju itu? Apakah ia korelasinya dengan peradaban Islam? Kita ambil sampel, bahwa apapun yang berkaitan dengan ilmu penglihatan (Optika)/ kamera, adalah hal yang ditekuni oleh orang Eropa dan mereka mengambil Pelajaran ilmu tersebut dari para Ilmuwan-Ilmuwan Muslim. Bahkan, Kosakata”Kamera” itu juga berasal dari Bahasa Arab, ialaا قمراء"”

          Selanjutnya, Prof. Dr. ‘Awad Sa’ad Isa juga menjelaskan, bahwa Peradaban lain, seperti Peradaban Hindia, Yunani, Romawi yang hanya bersandar pada salah satu pilar dari kedua pilar penting; material dan maknawi adalah suatu kesalahan. Maka, hadirlah Peradaban Islam yang dapat memadukan antara pilar material dan maknawi dalam mengokohkan eksistensinya. Ini selaras dengan salah satu ayat Al-Quran yang berbunyi

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا “

Kemudian, beliau melanjutkan ke pertanyaan inti; sebagai Muslim, bagaimana cara kita membangun peradaban? Hal pertama yang harus diperhatikan selain dari segi Pembangunan inftastruktur adalah perwujudan akkan kesungguhan meneguhkan peng-Esaan  kepada Allah SWT. Bahwa, Allah SWT tidak dapat diseukutakan, diduakan, bahkan tidak dapat dibagi ke dalam beberapa bagian. Hal kedua adalah harus berlandaskan ahlakul Kariim. Islam itu sendiri adalah persamaan dari kata akhlak. Nabi Saw bersabda “إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَکَارِمَ الْأَخْلَاق”. Ahlak adalah derajat tertinggi dalam derajat tangga keimanan; Mukmin, Muslim & Muhsin.


Seusai Muhadooroh inti, Muhammad Elvandi, LC. MA. Selaku  Muassis dari Elite Circle, juga turut mengisi seminar peradaban ini. Muhammad Ellvandi memperkenalkan tentang komunitas Elite Circle yang diprakarsainya, visi & misi yang ingin digapai, termasuk orientasi besarnya  dalam membentuk pemuda Indonesia yang dapat berfikir global, perhatian besar terhadap peradaban Islam, serta membentuk keberanian pemuda Islam untuk  bermimpi besar yang diiringi dengan aksi-aksi nyata. Beliau juga memaparkan keresahnya terkait dunia digital yang sering mendsitraksi kegiatan para pemuda Indonesia, sembari mengingatkan akan pentingnya asaas tolong-menolong antar sesama melihat betapa potensialnya Negara Indonesia dengan penduduknya yang banyak untuk mencapai titik “golden age” sebagaimana kejayaan  negara islam di masa silam.




Selesai Muhadoroh Inti, acara dilanjutkan dengan sesi tanya Jawab yang dimoderatori oleh M. Syauqi Syahid, salah satu perwakilan Komunitas Pojok Peradaban dan merupakan Mahasiswa jurusan Sejarah dan Peradaban Universitas Al-Azhar pula. Pada sesi ini, M. Syauqi juga iktu serta menyumbang pertanyaan, disusul dengan satu pertanyaan lainya yang datang dari peserta. Acara berakhir dengan penyerahan Cinderamata dari ketua panitia kepada narasumber, Prof. Dr. ‘Awd Saad isa sebagai tanda bentuk apresiasi setinggi-tingginya. Seminar Interaktif berjalan khidmat nan syahdu dibarengi dengan tingginya antusiasme dari para peserta yang hadir.

 
 
 

Comments


bottom of page