top of page
Search

Akhirnya Kampus Melaksanakan Kembali PTM

  • Writer: Warta Muda
    Warta Muda
  • Jun 25, 2022
  • 3 min read

Warta Muda - Jumat, 20 Mei 2022

​Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Suparto, M.Ed, P.hd

Tangerang Selatan, Warta Muda - Pemerintah pusat melalui juru bicara penanganan covid, telah memberikan kebijakan baru. Kebijakan dibuat untuk kelonggaran aktivitas saat pandemi di berbagai sektor. Salah satu yang menerapkan arahan dari pemerintah adalah sektor pendidikan. Setelah kurang lebih dua tahun pembelajaran dilakukan secara online, akhirnya kembali menerapkan sistem pembelajaran tatap muka. Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta turut memberikan kebijakan di lingkungan kampus, untuk menerapkan perkuliahan secara tatap muka. Kebijakan yang di buat oleh Amany Lubis diedarkan untuk seluruh fakultas yang ada di lingkungan UIN Jakarta. Kebijakan tersebut sangat disambut baik oleh para dekan dan bahkan ada yang sudah melaksanakannya.


Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi turut melaksanakan perkuliahan tatap muka. Sebelumnya, FDIKOM melaksanakan perkuliahan secara online karena terdampak pandemi yang menimpa dunia. Hal tersebut memaksa untuk segala sektor bisa menjalankan aktivitas tanpa harus bertemu secara langsung. Nah, solusi bagi sektor pendidikan khususnya perkuliahan agar tetap berjalan adalah dengan menerapkan pembelajaran jarak jauh melalui berbagai platform. Pembelajaran jarak jauh sebenarnya bisa memberikan dampak positif terhadap pelajar karena mengenal teknologi. Namun disisi lain juga masih terdapat kekurangan untuk melakukan perkuliahan online, misalnya kesulitan jaringan atau perangkat yang kurang mendukung. Untuk mengatasi kekurangan dalam pembelajaran jarak jauh, maka dari itu sistem perkuliahan tatap muka kembali diterapkan di kampus. Perkuliahan tatap muka yang diterapkan juga memiliki banyak aturan protokol kesehatan yang harus ditaati oleh semua pihak.



Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Suparto mengatakan bahwa kampus telah memberikan edaran surat yang berisi kebijakan untuk menerapkan perkuliahan tatap muka. Edaran yang dikeluarkan melalui surat keputusan rektor diterapkan di lingkungan FDIKOM. Perkuliahan tatap muka diterapkan dengan berbagai aturan. Hal pertama adalah bagi seluruh tenaga pendidik, baik dosen atau karyawan dan seluruh mahasiswa harus sudah di vaksin. Kemudian yang diberikan kelonggaran untuk melaksanakan perkuliahan tatap muka adalah mahasiswa semester dua dan empat. Karena mahasiswa semester dua empat belum pernah menikmati suasana kampus dan belum bertemu dengan dosen pengajar.


“kita mengikuti saja regulasi pemerintah yang membuat kelonggaran ya pada kegiatan-kegiatan yang bersifat krusial di antaranya adalah pendidikan nah sebenarnya tidak 100% kita laksanakan, yang menjadi apa himpunan rektor untuk kita laksanakan tatap muka adalah untuk semester dua dan semester empat dengan pertimbangan bahwa mereka adalah mahasiswa baru yang ketika masuk, semester empat misalnya ketika masuk mereka belum menikmati suasana kampus dan belum bertemu dengan dosen“ Ujar Suparto.


Perkuliahan tatap muka juga memberikan dampak kepada mahasiswa. Syifa salah satu mahasiswa jurusan Komunikasi Penyiaran Islam semester 4 mengatakan bahwa kuliah tatap muka masih belum 100% sehingga ia berpendapat perlunya menegaskan aturan kuliah tatap muka agar tidak membuat mahasiswa bingung terutama yang diluar pulau Jawa.


"Pendapat saya setuju, namun harus jelas dan tegas peraturan nya jangan buat mahasiswa bingung kesian yg diluar pulau Jawa. Dan menurut saya mekanisme dan sistem nya harus dimatangkan demi kelancaran kuliah offline mendatang" kata syifa.


Syifa juga mengatakan adanya perbedaan antara kuliah online maupun offline yaitu tidak adanya keleluasaan untuk berekspresi dan berinteraksi secara langsung terhadap mahasiswa dan dosen disaat online

"Tentunya ada, online dan offline memiliki beberapa perbedaan disaat online mahasiswa dan dosen tidak leluasa untuk berekspresi dan berinteraksi secara langsung" Pungkasnya.


Harapan dengan dilaksanakanya kembali perkuliahan tatap muka, supaya mahasiswa bisa lebih efektif dalam belajar. Karena sebelumnya masih terdapat kendala seperti kesulitan jaringan dan kurang memadainya perangkat untuk melaksanakan kuliah online. Dengan hal ini, bisa menjadi solusi untuk memberikan kemudahan kepada mahasiswa dalam memahami materi perkuliahan secara langsung. Selain itu, mahasiswa juga bisa menghirup udara segar di kampus setelah dua tahun pandemi melanda dunia. Semoga dengan diberlakukannya kembali perkuliahan tatap muka bisa memberikan dampak yang positif kepada mahasiswa dan juga seluruh civitas kampus.

Reporter Silvya

Juru Kamera M. Maulana Fajri


 
 
 

Comments


bottom of page